Buku ini lahir dari sebuah keresahan mendalam mengenai kondisi dunia hukum dan moralitas profesi hukum saat ini. Di tengah masyarakat, profesi advokat sering kali direduksi hanya sebatas gelar akademik yang mentereng, kepatuhan buta pada hukum acara, atau kemampuan menjabarkan pasal-pasal undang-undang demi mencari keuntungan finansial semata. Padahal, esensi terdalam atau kebenaran sejati (hakikat) dari seorang advokat jauh lebih mulia dan melampaui batas-batas formalitas hukum tersebut.
Melalui buku ini, penulis mengemukakan sebuah teori yang menggugah kesadaran kita: “Semua Manusia Dilahirkan sebagai Advokat”. Untuk membuktikannya, kita tidak perlu melihat ruang sidang yang rumit. Penulis membagikan kisah sederhana tentang putranya yang masih kecil dan awam hukum, tetapi secara spontan digerakkan oleh nuraninya untuk membela temannya yang diganggu, bahkan meminta sang ayah melindungi orang tua temannya yang sedang dijahati oleh sekelompok orang. Pengalaman empiris ini menunjukkan bahwa jiwa seorang pembela tidak perlu menunggu gelar Sarjana Hukum; ia tumbuh subur dalam kesederhanaan tindakan kita sehari-hari di lingkungan sekitar.
Oleh karena itu, buku ini ditulis bukan hanya untuk para penegak hukum, melainkan untuk semua manusia. Di era digital saat ini, ketika media sosial dipenuhi oleh fenomena orang-orang yang saling menyerang, menyebarkan fitnah, dan membongkar aib sesama tanpa sebab yang jelas, buku ini hadir sebagai pengingat. Manusia diciptakan oleh Sang Pencipta satu paket dengan naluri pembela (advokat) untuk saling menjaga, melindungi, dan mempertahankan kehormatan sesama manusia.
| Detail Buku | |
| ISBN | 978-634-7762-19-1 |
| Penulis Buku | Pablo Putra Benua, B.M.P., S.H., M.H. |
| Tim Editor | Faradika, M.Kom. dan Nora Atikah, S.E. |
| Desain Sampul & Tata Letak | Pablo Putra Benua, B.M.P., S.H., M.H. |
| Penerbit | CV. OKE TERBITKAN INDONESIA |
| Kategori | Hukum |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Jumlah Halaman | 232 Halaman |
| Ukuran | A5 (Isi Hitam Putih) |






Ulasan
Belum ada ulasan.